Damnthelion > Artificial Intelligence > Apa Itu AI dan Penerapannya dalam Pembelajaran Online
Apa Itu AI dan Penerapannya dalam Pembelajaran Online - Featured Image

Apa Itu AI dan Penerapannya dalam Pembelajaran Online

Apa itu AI – Hai, sedang membicarakan seputar Artificial Intelligence atau yang biasa disebut AI, yang belakangan ini menjadi tren di berbagai bidang. Kita akan menyelidiki Artificial Intelligence di dunia pendidikan dan melihat contoh-contoh media pembelajaran yang menggunakan teknologi ai, pasti sangat menarik. Mari kita ikuti hingga akhir!

Penjelasan Singkat Mengenai Apa Itu AI

Penjelasan Singkat Mengenai Teknologi AI - Damnthelion.com
Penjelasan Singkat Mengenai Teknologi AI – Image by Gerd Altmann from Pixabay

Teknologi AI semakin mencuri perhatian, baik bagi pelaku bisnis, pelajar, hingga tingkat internasional. Kecerdasan buatan manusia ini benar-benar mengagumkan, membuat kita merasa takjub. Namun, tentu saja, kita hanya bercanda jika khawatir bahwa manusia benar-benar bisa tergantikan oleh AI. Sekarang, mari kita mengenal lebih dekat Apa Itu AI?

AI atau Artificial Intelligence merupakan program komputer yang dirancang dengan sangat canggih untuk meniru kecerdasan manusia. Dengan kemampuan logic, karakter, dan keputusan yang bisa diambil oleh AI, sungguh mengagumkan, bukan?

Sudah tahu siapa tokoh terkenal di balik AI? Ya, dialah Seorang Ilmuwan Komputer yang bernama Professor John McCarthy. Pada tahun 1956, beliau memperkenalkan konsep teknologi AI, dan hingga kini, teknologi AI diharapkan dapat mengubah kehidupan manusia di masa depan.

Baca juga: Manfaat dan Risiko AI dalam Dunia Kerja: Sebuah Analisis

Peran Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan

Peran Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan
Peran Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan – Image by Alexandra_Koch from Pixabay

Teknologi AI memiliki peran yang sangat krusial dalam pendidikan. Keberadaan AI dapat menyederhanakan kegiatan pembelajaran melalui berbagai media seperti E-learningchatbotaugmented reality (AR), virtual reality (VR), dan banyak lagi. Dengan adanya AI, pelajar dapat mengakses pembelajaran secara fleksibel. Bahkan, Teknologi AI dalam dunia pendidikan dapat memberikan pengalaman emosional yang nyata melalui media pembelajaran augmented reality (AR) atau virtual reality (VR).

Jadi, intinya adalah Teknologi AI dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Artificial Intelligence atau AI memiliki potensi besar dalam mempermudah media pembelajaran. Beberapa peran AI dalam pendidikan melibatkan:

  1. Peningkatan pengalaman belajar
  2. Fasilitasi praktek pembelajaran
  3. Sistem analisis pemantauan pembelajaran siswa yang lebih mudah
  4. Pengembangan kurikulum berbasis AI yang lebih canggih
  5. Inovasi pembelajaran yang lebih baik

Dengan kehadiran AI, metode pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, lebih mudah, dan lebih canggih. Semoga AI terus membantu pengembangan media pembelajaran yang lebih efektif dan kompleks di masa depan.

Contoh Penggunaan AI dalam Dunia Pendidikan

Berikut 7 contoh penerapan Artificial Intelligence dalam Pendidikan:

1. Peran Mentor Virtual dengan Teknologi AI

Fungsi AI yang telah banyak diterapkan dalam berbagai platform teknologi pendidikan, terutama yang bersifat daring, adalah sebagai mentor virtual.

AI dapat memberikan umpan balik terhadap aktivitas belajar dan latihan soal para siswa, lalu memberikan rekomendasi materi yang perlu dipelajari kembali, mirip dengan peran seorang guru atau tutor.

Salah satu contoh penerapannya adalah Blackboard, sebuah alat yang umum digunakan di perguruan tinggi di Eropa dan Amerika. Alat AI ini banyak digunakan oleh profesor/dosen untuk mempublikasikan catatan, tugas, kuis, dan tes, memungkinkan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan tugas untuk proses penilaian.

Alat ini mampu mengidentifikasi alasan di balik ketidakpahaman siswa dan menawarkan solusi yang telah disiapkan oleh dosen dan diprogram sebelumnya. Sistem AI ini terus belajar dan memperbarui informasi secara mandiri sesuai dengan kebutuhan dan kendala yang dihadapi murid.

Konsep Blackboard sebenarnya terinspirasi dari papan tulis konvensional yang ada di setiap ruang kelas dan ruang diskusi. Dalam konteks pembelajaran, Blackboard menjadi pusat dan medium yang menampilkan informasi materi dari guru kepada murid, sekaligus menjadi tempat ide, diskusi, pemecahan masalah, dan wawasan baru muncul. Inilah cara kerja Blakboard AI, mengembangkan solusi dan pemecahan masalah secara komprehensif dan kolaboratif.

2. Peran Voice Assistant dalam Pembelajaran

Teknologi AI yang satu ini memiliki kesamaan dengan mentor virtual, namun Voice Assistant lebih fokus pada fungsi suara sebagai pusat interaksi dan komunikasi.

Voice Assistant juga merupakan salah satu teknologi AI yang sangat dikenal dan digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Contoh Voice Assistant yang umum dikenal antara lain Google Assistant (Google), Siri (Apple), Cortana (Microsoft), dan sebagainya.  Voice Assistant memungkinkan para murid untuk mencari materi, referensi soal, artikel, hingga buku hanya dengan berbicara atau menyebutkan kata kunci.

Selanjutnya, Voice Assistant akan menampilkan informasi yang dicari sesuai dengan kata kunci yang disebutkan. Tidak hanya menyajikan informasi dalam bentuk teks dan gambar, Voice Assistant juga dapat berbicara dan menjelaskan informasi layaknya asisten pribadi.

Dengan demikian, para murid dapat belajar secara mandiri tanpa khawatir kebingungan, bahkan tanpa didampingi guru atau tutor. Melalui pemanfaatan Voice Assistant, segala hal dan informasi yang kurang dipahami dapat diakses hanya dengan menggunakan suara.

Beberapa platform Edutech sudah mengintegrasikan teknologi Voice Assistant untuk membantu murid menemukan konten dan materi secara lebih cepat dan praktis.

3. Smart Content: Transformasi Materi Pembelajaran dengan AI

Merupakan teknologi AI yang berperan dalam membagi dan menemukan konten materi serta buku digital secara virtual dengan lebih efisien dan cepat. Penerapan umum dari teknologi ini dapat ditemui dalam berbagai perpustakaan digital, baik di tingkat sekolah, perguruan tinggi, maupun perpustakaan umum.

AI mampu menemukan dan mengkategorikan buku dengan cepat dan terstruktur. Bahkan, AI memberikan rekomendasi buku dan konten lain yang relevan dengan pencarian pengguna.

Contoh penerapan teknologi smart content termasuk Cram101, yang dapat memecah buku teks digital menjadi bagian-bagian spesifik, seperti ringkasan bab dan tes. Tujuannya adalah memberikan pengguna akses kepada informasi yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan mereka.

Terdapat pula teknologi yang lebih komprehensif dan canggih seperti Netex Learning yang menyediakan platform cloud yang dipersonalisasi dengan pelatihan virtual, workshop, dan lainnya. Ketika mencari materi atau topik tertentu, platform ini merekomendasikan berbagai multimedia seperti buku, video, dan pelatihan virtual sesuai dengan kebutuhan pengguna.

4. Presentation Translator: Transformasi Presentasi dengan Teknologi AI

Teknologi ini memiliki kesamaan dengan Voice Assistant dalam menggunakan suara sebagai elemen utama fungsinya. Namun, Presentation Translator memiliki spesifikasi khusus untuk menjelaskan atau mempresentasikan teks dari bahasa yang berbeda ke dalam bahasa yang diinginkan pengguna.

Dengan demikian, pengguna hanya perlu mendengarkan berbagai macam teks pidato, artikel, atau buku digital tanpa perlu membaca. Melalui AI Speech Recognition, pengguna dapat mendengarkan dalam bahasa ibu mereka, memungkinkan mereka untuk membaca dan memahami jurnal, artikel, atau buku dalam berbagai bahasa dengan lebih mudah dan cepat.

Teknologi ini juga memiliki peran penting bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam bahasa dan penglihatan, dan karenanya, telah banyak diadopsi untuk berbagai kebutuhan. Bahkan, teknologi ini menjadi fitur umum pada smartphone saat ini dengan nama ‘Voice Control’.

Saat ini, Anda bahkan dapat mengetik hanya dengan menggunakan suara (voice typing), memberikan solusi bagi mereka yang menghadapi kendala dalam mengetik teks yang panjang. Cukup dengan berbicara, kalimat tersebut akan otomatis tertulis menjadi teks di aplikasi Anda.

5. Global Courses: Akses Kursus Daring dari Seluruh Dunia dengan Teknologi AI

Teknologi AI ini sudah luas digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Dengan Global Courses, pengguna atau murid dapat mencari dan mengikuti kursus daring dari berbagai penjuru dunia. Platform kursus dapat merekomendasikan kursus berdasarkan minat dan ketertarikan, sesuai dengan kata kunci yang telah dimasukkan pengguna sebelumnya.

Ada berbagai kursus gratis dan terbuka yang dapat dicoba, menawarkan fitur dan konten yang menarik, interaktif, dan terstruktur.

Contoh kursus yang telah menerapkan teknologi AI antara lain Udemy, Google AI, Alison, Khan Academy, Duolingo, dan lainnya.

Karakteristik khas dari kursus yang menggunakan teknologi AI termasuk fitur personalisasi yang memungkinkan pengguna mendapatkan pemberitahuan mengenai kemajuan kursus, materi yang perlu dipelajari, hasil tes, total nilai, rekomendasi kursus yang relevan, dan berbagai fitur lainnya.

6. Automatic Assessment: Penilaian Otomatis dengan Teknologi AI

Personalized Learning Pembelajaran yang Disesuaikan dengan Teknologi AI
Personalized Learning Pembelajaran yang Disesuaikan dengan Teknologi AI – Image by Gerd Altmann from Pixabay

Saat ini, AI banyak digunakan untuk keperluan penilaian dan koreksi soal secara otomatis online. Pemanfaatan fitur ini memudahkan guru dan tutor dalam menyusun serta menilai kuis atau ulangan secara efisien. Guru dan tutor tidak lagi perlu membuat dan menilai soal secara manual.

Sistem AI akan beroperasi sesuai instruksi yang telah diprogram dan mampu belajar dari kebiasaan pengguna atau murid. Bahkan, AI dapat memberikan rekomendasi materi yang perlu dipelajari ulang berdasarkan hasil yang telah diperoleh.

Contoh penerapan Automatic Assessment termasuk fitur pembuatan dan penilaian otomatis kuis yang disediakan oleh platform kejarcita.

Fitur ini memungkinkan guru membuat kuis dan ulangan dengan mudah dan praktis. Guru hanya perlu memilih jenis mata pelajaran, jenjang, jumlah soal, tingkat kesulitan, dan beberapa opsi lainnya. Setelah itu, guru dapat membagikan link kuis kepada para murid untuk dijawab secara daring.

Hasil kuis siswa dapat diterima secara otomatis pada akun guru. Ini mencakup skor, daftar soal yang dijawab dengan salah, soal yang benar, dan pembahasan. Dengan adanya sistem AI yang telah diprogram, guru tidak lagi perlu menghabiskan waktu untuk menilai hasil kuis dan ulangan siswa secara manual.

7. Personalized Learning: Pembelajaran yang Disesuaikan dengan Teknologi AI

Penerapan teknologi ini sudah umum dijumpai. Personalized Learning sebenarnya memiliki kesamaan dengan contoh teknologi AI lainnya. Pada dasarnya, teknologi AI memungkinkan para siswa atau pengguna mendapatkan layanan seperti memiliki asisten pribadi.

AI mengumpulkan data dari aktivitas belajar pengguna dan memberikan solusi pembelajaran alternatif yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, AI memberikan rekomendasi konten, menginformasikan jadwal belajar pengguna, dan berbagai fungsi penting lainnya. AI belajar untuk mengoptimalkan cara belajar pengguna agar proses pembelajaran menjadi lebih baik dan efektif.

Contoh penerapan Personalized Learning dapat ditemukan pada Khan Academy, Duolingo, Ruanguru, dan platform lainnya.

Teknologi AI membawa dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Pendiri Microsoft, Bill Gates, meyakini bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan dapat memberikan banyak manfaat dan kemudahan, meningkatkan proses pendidikan dalam berbagai aspek.

Walaupun demikian, perlu digarisbawahi bahwa teknologi, pada akhirnya, hanya berfungsi sebagai alat. Teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran seorang guru, terutama dalam aspek afektif dan moral yang melibatkan perasaan dan psikologis. Sosok guru tetap memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang manusiawi.

Sehingga, teknologi AI seharusnya dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kapasitas dan fungsinya. Namun, peran guru harus tetap diprioritaskan untuk menjaga nilai-nilai humanis dan afeksi dalam proses pendidikan, sesuai dengan esensi dari pendidikan itu sendiri, yaitu memanusiakan manusia.


Comments

Jika anda menemukan hal yang membingungkan, jangan malu untuk bertanya melalui kolom komentar, penulis sangat menyukai feedback apalagi jika feedback tersebut dapat memperbaiki penulisan agar mudah dipahami oleh pembaca lainnya di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *