Damnthelion > Updates > Sejarah Algoritma dan Penerapan dalam Kehidupan Kita
Sejarah Algoritma dan Penerapan dalam Kehidupan Kita - Featured Image

Sejarah Algoritma dan Penerapan dalam Kehidupan Kita

Sejarah Algoritma – Pada kesempatan ini, saya akan membahas sejarah algoritma, suatu topik yang menjadi fokus utama pembelajaran terutama dalam bidang komputer dan jaringan. Mungkin kamu sudah familiar, namun sejarah algoritma ini memiliki akar yang menarik, yakni berasal dari tokoh terkenal dalam sejarah Arab. Ayo, kita eksplor lebih lanjut!

Jejak Sejarah Algoritma

Beberapa tahun yang lalu, di Barat, seringkali kata Al-khawarizmi dieja sebagai algorism. Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan dalam ejaan menjadi algorism. Transformasi ini terjadi karena seringnya kata algorism tercampur dengan kata aritmatic, dimana akhiran “sm” berubah menjadi “thm” atau menjadi algorithm. Seiring berjalannya waktu, metode perhitungan menggunakan bahasa Arab menjadi umum, dan kata algorithm kehilangan makna aslinya. Di Indonesia, kata algorithm menjadi dikenal sebagai kata algoritma.

Baca juga: Ragam Algoritma Klasifikasi dalam Bahasa Python dan R

Definisi Algoritma

Definisi Algoritma
Definisi Algoritma – Image by Gerd Altmann from Pixabay

Algoritma merupakan serangkaian langkah-langkah logis dalam pemecahan masalah untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam konteks sejarah algoritma, langkah-langkah ini dapat diamati dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Sebagai contoh :

Contoh Algoritma dalam Kehidupan Sehari-Hari

1. Algoritma Membuat Kopi

Langkah-langkah algoritma untuk membuat kopi melibatkan membuka kemasan kopi, menyeduh air, mencampurkan gula, dan mencampurkannya dengan air panas. Setelah tercampur rata, kopi siap dihidangkan, tetapi sebelum itu, pastikan untuk mengaduknya terlebih dahulu.

2. Algoritma Memasak Nasi

Sebelum memasak nasi, cuci beras dan siapkan penanak nasi. Berikan air yang cukup, letakkan pada magicom, dan tutup. Pilih mode memasak, tekan tombol cook, dan biarkan nasi masak hingga muncul tombol warm.

3. Algoritma Memakai Pakaian

Untuk memakai pakaian dengan resleting, buka resleting terlebih dahulu, pasangkan pada badan, dan rapikan pakaian sebelum menutup kembali resleting. Hal ini dapat memberikan tampilan yang lebih rapi.

4. Algoritma Mengecas Ponsel

Jika ponsel menunjukkan kekurangan daya, ambil charger dan sambungkan ke stop kontak atau colokan dengan benar. Tunggu hingga ponsel menunjukkan penambahan daya, dan gunakan waktu ini untuk melakukan aktivitas lain.

Algoritma dalam Pemrograman

Algoritma pemrograman bertujuan menyelesaikan masalah yang menjadi fokus pembuatan program. Namun, fungsi algoritma pemrograman tidak hanya itu:

  1. Mengotomatiskan solusi permasalahan yang ingin diatasi oleh program.
  2. Menyederhanakan alur kerja dan logika program untuk memudahkan penulisan kode (coding).
  3. Mencegah penulisan kode program yang serupa secara berulang.
  4. Memudahkan pelacakan masalah jika terjadi bug atau kesalahan program.
  5. Meringankan pekerjaan programmer saat melakukan pembaruan atau menambah fitur-fitur baru di program.

Sampai saat ini, Anda telah mempelajari konsep algoritma pemrograman, cara kerjanya, dan perannya dalam dunia pemrograman. Selanjutnya, mari kenali beberapa jenis algoritma.

Contoh-contoh Algoritma Pemrograman

1. Algoritma Brute Force

Algoritma Brute Force
Algoritma Brute Force – Image by Hrusikesh Swain via Medium

Brute force merupakan jenis algoritma yang mencoba seluruh kemungkinan untuk menemukan solusi suatu masalah. Dengan kata lain, metode ini melakukan percobaan satu per satu hingga menemukan solusi yang tepat.

Sebagai contoh, algoritma brute force dapat digunakan untuk mencari kombinasi 4 digit kode PIN dari angka 0 hingga 9, memerlukan hingga 10.000 percobaan untuk menemukan kombinasi yang benar.

2. Algoritma Recursive

Algoritma Recursive
Algoritma Recursive – Image by Innocencia Ndembera via Medium

Jenis algoritma kedua adalah algoritma recursive. Dalam algoritma pemrograman ini, masalah dipecah menjadi bagian-bagian kecil dengan cara membaginya ke dalam kondisi yang serupa.

Sebagai contoh, algoritma recursive dapat ditemui saat menyelesaikan soal perhitungan pohon faktor Matematika.

Lebih lanjut, algoritma recursive dapat dibagi menjadi empat tipe spesifik:

  • Algoritma Divide and Conquer – Memecah masalah menjadi dua bagian: masalah itu sendiri dan metode pemecahannya.
  • Algoritma Dinamis – Menggunakan teknik memoisasi, menyimpan hasil pemecahan masalah ke memori untuk digunakan lagi di masa mendatang.
  • Algoritma Greedy – Berbeda dengan algoritma dinamis, algoritma greedy tidak mempertimbangkan hasil pemecahan masalah sebelumnya untuk pengambilan keputusan.
  • Algoritma Backtracking – Menyelesaikan masalah secara bertahap sambil mengeliminasi solusi yang tidak memecahkan masalah.

3. Algoritma Randomized

Algoritma Randomized
Algoritma Randomized – Image by Aarya Tiwari via Medium

Dengan nama yang sesuai, algoritma randomized menggunakan nomor secara acak untuk menentukan langkah selanjutnya. Tujuannya adalah mengurangi kompleksitas dalam pemrograman.

Contoh dari algoritma randomized dapat ditemukan saat menentukan pivot menggunakan nomor yang muncul secara acak.

4. Algoritma Sorting

Algoritma Sorting
Algoritma Sorting – Image by Noran Saber Abdelfattah via Medium

Sesuai namanya, algoritma sorting berperan dalam mengurutkan data berdasarkan kondisi tertentu, seperti urutan abjad A-Z atau jumlah angka dari besar ke kecil.

Contoh algoritma sorting melibatkan teknik seperti bubble sort, merge sort, insertion sort, dan selection sort.

5. Algoritma Searching

Algoritma Searching
Searching Algorithm – Image by Natasha Ferguson via Medium

Algoritma searching digunakan untuk mencari data menggunakan query spesifik, baik data yang sudah disortir maupun belum. Contoh penerapan algoritma searching termasuk binary search dan linear search.

6. Algoritma Hashing

Algoritma Hashing
Hashing Algorithm – Image by SHREYANSH SAXENA via Medium

Algoritma hashing mirip dengan algoritma searching, namun memiliki perbedaan. Hashing tidak hanya mencari data, tetapi juga mencocokkan query pencarian dengan kunci ID yang sudah ditetapkan.

Figur di Balik Jejak Sejarah Algoritma

Figur di Balik Jejak Sejarah Algoritma
Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khwarizmi – Image via Wikipedia

Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khwarizmi, merupakan tokoh terkemuka dari dunia Arab yang berasal dari Kufah, Irak. Beliau memiliki keahlian dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarezmia, beliau meninggal sekitar tahun 850 di Baghdad.


Comments

Jika anda menemukan hal yang membingungkan, jangan malu untuk bertanya melalui kolom komentar, penulis sangat menyukai feedback apalagi jika feedback tersebut dapat memperbaiki penulisan agar mudah dipahami oleh pembaca lainnya di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *